MiniGold Mempersiapkan GENERASI EMAS

Indonesia baru saja memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2019. Para pemuda 90 tahun silam yang berkumpul di Batavia, kini Jakarta, berusia 17-30 tahun. Mereka adalah penduduk Hindia Belanda yang mengenyam pendidikan di eranya. Mereka belajar di sekolah Belanda, baik yang hanya enam tahun maupun lebih. Ada juga beberapa yang sekolah di luar negeri.

Satu hal yang menonjol dari mereka adalah semangat “Satu Indonesia”. Mereka tidak melihat perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan wilayah, sebagai sekat atau ganjalan untuk bersatu mewujudkan sebuah Indonesia raya. Mereka berikrar bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Setiap zaman melahirkan generasi emasnya. Sejarah mencatat ada Generasi 1945, generasi emas yang mendorong proklamasi kemerdekaan Indonesia. Generasi 1965, generasi yang menumbangkan Orde Lama, dan Generasi 1998, generasi yang merontokkan otoritarianisme Orde Baru dan membuka era reformasi. Kini, setelah 20 tahun reformasi, apakah sudah ada generasi emas? Tiba- tiba kita diwacanakan untuk mempersiapkan generasi emas, 2045, saat Indonesia merayakan kemerdekaan ke-100.

Kita wajib mewujudkan generasi emas setiap 20 tahun, tanpa perlu menunggu terlalu lama hingga 27 tahun akan datang. Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi yang akan mencapai puncaknya tahun 2030-2045. Saat ini, penduduk usia produktif Indonesia –yakni mereka yang berusia 15-64—mencapai 180 juta atau 68% dari total penduduk.

Pada tahun 2030-2045, penduduk usia produktif akan mencapai 70%. Kondisi Indonesia saat ini masih jauh dari ideal. Penduduk miskin masih 26 juta atau 9,6% dari jumlah penduduk dan angka pengangguran terbuka yang masih mencapai 7 juta atau 5,1% dari total angkatan kerja. Sekitar 60% penduduk yang bekerja berada di sektor informal. Mayoritas tenaga kerja berpendidikan maksimal Sekolah Dasar. Saat pencari kerja meningkat, Indonesia diterjang disruption technology. Ke depan, Indonesia menghadapi ancaman PHK. Jika tidak ada kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, banyak perusahaan akan gulung tikar. Persoalan Indonesia saat ini tidak saja mempersiapkan generasi emas, melainkan juga mengembangkan perusahaan.

Kemajuan ekonomi Indonesia hanya bisa diraih lewat pembangunan sektor riil. Industri harus bertumbuh. Ini semua membutuhkan tenaga kerja terampil dan produktif. Dunia pendidikan harus bisa mempersiapkan lulusan yang bisa mudah dilatih menjadi tenaga kerja terampil. Generasi emas adalah generasi yang memiliki integritas yang baik, karakter sebagai bangsa Indonesia, dan kompetensi di bidangnya. Generasi emas adalah mereka yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan mampu menggunakan kemajuan teknologi digital.

Generasi emas memiliki kecerdasan komprehensif, yakni kecerdasan untuk bekerja produktif, inovatif, dan mampu berinteraksi sosial dengan baik, dan berperadaban unggul. Dari sisi kompetensi, pendidikan formal di Indonesia masih jauh dari level ideal menghasilkan lulusan yang mampu bersaing. Berbagai survey lembaga internasional menunjukkan rendahnya peringkat pendidikan di Indonesia. Untuk bersaing dengan sesama negara Asean saja, Indonesia tertinggal.

Dalam Global Talent Competitiveness Index 2018, Indonesia berada di urutan ke -77 dari total 119 negara yang disurvei. Yang disurvei adalah semangat keberagaman dan daya saing. Peringkat Indonesia jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia di peringkat 27, Filipina di posisi 54, dan Thailand di peringkat 70. Sedang peringkat pertama diraih Swiss, diikuti Singapura, Amerika Serikat, Norwegia, dan Swedia. Dalam World Education Ranking yang diterbitkan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Indonesia berada di peringkat 57 dari 65 negara yang disurvei.

Survei mencakup kemampuan membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan Melihat dana pendidikan yang mencapai 22% dari APBN, kualitas pendidikan di Indonesia mestinya sudah cukup maju. Tidak kalah dari Negara tetangga. Jika ditelisik lebih dalam, kelemahan utama ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kementerian ini sama sekali tidak mampu meningkatkan kualitas guru. Banyak sertifikasi yang diberikan, tapi mutu guru kian melorot. Survei yang diadakan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta awal Oktober 2018 menunjukkan, 63% guru beragama tertentu menunjukkan opini yang intoleran terhadap agama lain.

Pada masa akan datang, pekerjaan rumah bangsa ini tidak saja upaya meningkatkan kompetensi anak didik, melainkan juga pembentukan karakter bangsa. Pemerintah sudah menggulirkan Perpres No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 6 September 2017. Tapi, apa arti sebuah Perpres jika implementasi tidak dikawal dengan baik. Ukuran hebat sebuah negara bukan besar-kecilnya negara itu.

Kehebatan sebuah negara tidak ditentukan oleh luas-sempitnya wilayah negara itu, besar- kecilnya jumlah penduduknya, dan banyak-sedikitnya sumber daya alam yang dimiliki. Ukuran hebat sebuah negara adalah tingkat kesejahteraan yang merata dan itu ditentukan oleh kualitas SDM. Banyak negara kecil di dunia yang mencuat sebagai Negara hebat karena kualitas SDM. Generasi emas tidak lahir dengan sendirinya, melainkan ditempa oleh keluarga, dibentuk oleh pendidikan formal, dan diarahkan oleh elite bangsa lewat suri teladan. (*)

Sumber : Investor.id dengan judul “Mewujudkan Generasi Emas”
Penulis: Gora Kunjana

__________________________________________

Info Pemesanan Hubungi

Whatsapp: 0878 8108 9008

Instagram : @minigold_bogorbarat

Youtube : MiniGold TV

Twitter : @MGBogorBarat

MiniGold Bogor Barat

MiniGold Bogor Barat Merupakan Distributor Resmi dari MiniGold yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Bogor Barat dan Menjangkau Pasar Wilayah Kabupaten Bogor Barat. Mengajak rekan rekan yang berada di Bogor Barat untuk dapat Bergabung menjadi Mitra Super MiniGold Bogor Barat dengan tujuan dan misi yang sama, yaitu : Semua Bisa Punya EMAS . Info dan Pemesanan silahkan Hubungi : WA 0878 8108 9008 Instagram : @minigold_bogorbarat Twitter : @MGBogorBarat Youtube Channel : MiniGold TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *